Jumat, 13 November 2015

Akhlaq dan Adab

 

3 untuk Ibu dan 1 untuk Ayah


Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa berbakti kepada kedua orang tua hukumnya adalah wajib. Seorang anak wajib mentaati kedua orang tuanya selama bukan dalam hal kemaksiatan. Seorang anak wajib melakukan segala yang diperintahkan kedua orang tua selama bukan dalam perkara yang dilarang.

Betapa sering kita tidak mengindahkan hal ini. Betapa sering kita merasah gundah ketika Ayah Ibu kita menyuruh kita untuk membelikan sesuatu ke warung misalnya. Kita disuruh membelikan gula misalnya. Malah kita lebih berat asyik nonton film, malah kita lebih suka mainan HP, dan malahan-malahan yang lainnya.

Walaupun kita berangkat, lebih sering kita bermuka masam, lebih sering kita ngomel dahulu, lebih sering kita malah menyalahkan kedua orang tua kita. Dan kesemua ini menyakitkan hati Ayah Ibu kita. Untuk itu marilah kita ubah sikap kita, marilah kita benahi akhlak kita agar kita bisa membuat Ayah Ibu kita senang, membuat Ayah Ibu kita bangga. Salah satu contohnya ketika kita disuruh, maka sesegera mungkin kita laksanakan perintah itu.

Ayah dan Ibu memang sudah kita tahu bahwa dengan sebab merekalah kita ada di dunia ini. Dan dari hal ini ada orang yang peranannya sangat dahsyat pentingnya kepada kita, yaitu seorang ibu. Dimana seorang ibu mempertaruhkan nyawanya demi anaknya ketika melahirkan. Lihatlah ketika proses kelahiran. Betapa ibu berusaha sekuat tenaga agar anaknya bisa terlahir. Ketika ada peristiwa kalau yang selamat diantara anak dan ibu adalah salah satu dari keduanya, maka dengan ikhlasnya dan dengan tulusnya Ibu akan mengatakan agar anaknya yang selamat. ya inilah Ibu.

Kita renungi firman Allah Ta’ala dalam surah Luqman ayat 14:

ﻭَﻭَﺻَّﻴْﻨَﺎ ﺍﻹﻧْﺴَﺎﻥَ ﺑِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻪِ ﺣَﻤَﻠَﺘْﻪُ ﺃُﻣُّﻪُﻭَﻫْﻨًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﻫْﻦٍ ﻭَﻓِﺼَﺎﻟُﻪُ ﻓِﻲ ﻋَﺎﻣَﻴْﻦِ ﺃَﻥِﺍﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻲ ﻭَﻟِﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻚَ ﺇِﻟَﻲَّ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Dari ayat ini kita tahu kewajiban birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua). Dan juga bagaimana Allah menyebutkan tentang keutamaan seorang ibu. diantaranya:

1. kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada ibu-bapak.
2. ibu kita telah mengandung kita dalam kondisi lemah.
3. dan ibu yang menyapih kita.

kita dapatkan Ibu disebutkan 3 keutamaan sedangkan Ayah disebutkan 1 keutamaan. Ya inilah utamanya seorang ibu dari seorang ayah. Ibu banyak merasakan keletihan daripada seorang ayah. Dan banyak lagi.

Kita simak juga dalam sebuah hadits dari shahabat Nabi Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil berkata, ‘Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku.?’
beliau menjawab, ‘Ibumu’
dia bertanya lagi, ‘kemudian siapa?’
beliau menjawab, ‘Ibumu’
dia bertanya lagi, ‘kemudian siapa.?’
beliau menjawab, ‘Ibumu’
dia bertanya lagi, ‘kemudian siapa?’
beliau menjawab, ‘kemudian ayahmu.”
(HR Bukhari no. 5514)

Dari hadits ada faedah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam menjelaskan begitu agungnya begitu mulianya seorang ibu.,

Yang terakhir para ulama’ menyebutkan 3 hal yang seorang ayah tidak merasakan dalam mendapatkan anak:

1. lelahnya seorang ibu ketika hamil.
2. tatkala seorang ibu melahirkan.
3. tatkala seorang ibu menyusui.

Inilah penjelasan tentang keutamaan ibu. Akan tetapi bukan berarti kita melalaikn berbakti kepada ayah.

Allahu a’lam
semoga bermanfaat.

artikel: pelajar-ipmb.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar